Seminar Nasional Public Speaking Bersama UIN Raden Mas Said Surakarta

 





ZAHRA NOOR ERIZA PRAKTISI TRAINER PAKAR KOMUNIKASI INDONESIA


Menyadari pentingnya kemampuan komunikasi efektif di era digital dan profesional saat ini, UIN Raden Mas Said Surakarta melalui UKM Training for Motivation and Public Speaking- TMAPS  menyelenggarakan Seminar Nasional Public Speaking. Acara bergengsi ini menghadirkan pakar sekaligus praktisi komunikasi terkemuka, Sara Neyrhiza Direktur SPEAKING.id, sebagai pembicara utama untuk membekali ratusan mahasiswa dengan teknik berbicara di depan umum yang memukau.


ZAHRA NOOR ERIZA PRAKTISI TRAINER PAKAR KOMUNIKASI INDONESIA

Kegiatan yang dihadiri oleh civitas academica dan mahasiswa dari berbagai program studi ini dirancang untuk menjawab tantangan terbesar mahasiswa, yaitu mengatasi rasa gugup (stage fright) serta cara menyampaikan gagasan secara terstruktur, persuasif, dan berkesan.


Dalam pemaparannya, Sara Neyrhiza menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan merupakan bakat bawaan yang dibawa sejak lahir, melainkan keterampilan strategis yang bisa diasah melalui latihan konsisten, pemahaman karakter audiens, serta pengelolaan bahasa tubuh (body language) dan vokal yang tepat.


"Public speaking adalah jembatan utama antara ide cemerlang di dalam pikiran dengan pemahaman audiens. Ketika kita mampu mengemas pesan dengan jelas dan penuh percaya diri, pintu kesempatan profesional akan terbuka lebar," ujar Sara Neyrhiza di hadapan lebih dari 250 peserta yang antusias.


Selain materi teoretis mengenai penyusunan struktur pesan (hook, content, closing), sesi seminar juga dimeriahkan dengan diskusi interaktif dan praktik langsung. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar cara membangun personal branding dan mengatasi kecemasan saat harus berbicara di forum formal maupun tidak formal.


ZAHRA NOOR ERIZA PRAKTISI TRAINER PAKAR KOMUNIKASI INDONESIA


Pihak penyelenggara UIN Raden Mas Said Surakarta berharap, melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, para mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik semata, tetapi juga memiliki daya saing tinggi (soft skills) yang mumpuni untuk menghadapi dunia kerja, organisasi, maupun kepemimpinan di masa depan.